Kecemburuan sosial

Politisi Papua Minta Transmigrasi Distop

Kompas.com - 15/02/2011, 03:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com  - Koordinator Nasional Kaukus Papua di DPR RI, Paskalis Kossay, mengimbau pemerintah Indonesia agar tidak lagi membuat program transmigrasi nasional.

"Di era yang mobilitas manusia, barang dan kegiatan ekonomi sosial semakin tinggi seperti sekarang, orang jangan lagi diatur-atur mau kemana atau akan jadi apa. Pemerintah  hendaknya fokus pada penciptaan iklim kehidupan (ekonomi, sosial dan budaya) kondusif," kata politisi Partai Golkar itu di Jakarta, Senin (14/2/2011).

Ia mengatakan itu sehubungan dengan pengalokasian dana Rp 600 miliar oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemmenakertrans) untuk program transmigrasi. 

"Kesan yang selama ini terjadi kan, program rransmigrasi itu seolah memindahkan ’orang miskin’ atau kemiskinan dan kebodohan dari suatu wilayah ke wilayah lain," ungkapnya.

Lebih dari itu, menurutnya, setelah di lokasi, banyak transmigran nakal yang cuma ambil duit dan lahan gratis, kemudian pulang lagi. "Tidak bisa disangkal, beberapa penelitian sebelum ini mengungkapkan, besarnya APBN untuk membiayai program transmigrasi ternyata tidak banyak pengaruhnya kepada upaya meningkatkan produktivitas nasional, apalagi dalam rangka keutuhan NKRI," tegasnya.

Malahan, demikian Paskalis Kossay, banyak transmigran yang dikirim ke suatu lokasi hanya menciptakan kecemburuan sosial dengan penduduk lokal. "Mau lihat contohnya? Tengok konflik sosial di Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta Lampung," ujarnya lagi.

Karena itu, ia meminta pemerintah konsentrasi saja pada urusan lain yang lebih mendesak, seperti peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal di mana pun dia berada.  "Juga maksimalisasi pemberdayaan sektor pertanian dan perkebunan serta perikanan laut karena mayoritas orang Indonesia ada di sana," tegas Paskalis Kossay.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau